Lanjut ke konten

Khutbah Idul Fitri 1440H: Tegakkan Keadilan, Raih Keadilan Allah ﷻ

01 Syawwal 1440 H

Dr. H. Wido Supraha

Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat

wido.supraha@uika-bogor.ac.id | +628158912522

KHUTBAH PERTAMA

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×)

 اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ وَحْدَهُ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا.

اللهُ اَكْبَرْ (3x)

أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ.

اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى حَبِيْبِنَا الْمُصْطَفَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ وَاسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ وَاهْتَدَى بِهَدْيِهِ وَ جَاهَدَ فِي سَبِيْلِ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اللهُ اَكْبَرْ

أَمَّا بَعْدَهُ فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كَتَابِهِ الْكَرِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَـائِلِيْنَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :

﴿ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾

 

Jama’ah Shalat ‘Idul Fitri rahimakumullah,

Pagi ini, jiwa-jiwa yang lelah beribadah selama 30 hari lamanya hanya karena mengharapkan ridha Allah ﷻ, berkumpul untuk mengumandangkan alunan takbir, sembari berdo’a: “Ya Allah, Terimalah seluruh kelelahan kami, catatlah kami sebagai pemenang, dan kumpulkan kami di Jannah”.

Pagi ini, pribadi-pribadi perindu Jannah, yang telah lelah selama siang hari berpuasa, berharap puasa itu kelak akan memohonkan syafa’atnya kepada Rabb untuk dirinya: “Ya Allah, orang ini telah menahan dirinya dari makan dan minum di siang hari, berikanlah ia syafa’at.”

Pagi ini, manusia-manusia perindu keadilan Allah, yang telah lelah berdiri di malam hari melaksanakan shalat tarawih dan tahajjud, sangat khawatir jika Al-Qur’an tidak datang kelak untuk memohonkan syafa’at kepada Rabb untuk dirinya: “Ya Allah, orang ini telah menahan dirinya untuk tidak tidur terlalu lama di malam hari karena sibuk membacaku dan mendengarkan aku dibaca, berikanlah ia syafa’at.”

Allāhu Akbar 3x, wa lillāh al-hamd.

Saudaraku, fahamilah, Islam dihadirkan di muka bumi dengan tujuan agar tegak keadilan di atasnya. Al-Qur’an sebagai Kitab Suci, dihadirkan sebagai panduan hidup manusia agar menjadi pribadi-pribadi yang berani menegakkan keadilan.

Perhatikanlah, firman-Nya dalam Q.S. Al-Māidah [5] ayat 8:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُواۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰۖ وَاتَّقُوا اللَّهَۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Saudaraku, fahamilah, Allāh ﷻ memerintahkan agar mengambil energi keadilan itu dari rumah-Nya, Masjid, Baitullāh, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-A’rāf [7] ayat 29:

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِۖ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah wajahmu di setiap shalatmu di Masjid dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)”.

Saudaraku, sampai disini kita telah menyadari, bahwa hanya orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’ān dan Masjid sajalah yang berpotensi mampu untuk menegakkan keadilan, sebagaimana kaum Nabi Mūsā a.s. dahulu dibimbing untuk menegakkan keadilan, sebagaimana Surat Al-A’rāf [7] ayat 159:

وَمِن قَوْمِ مُوسَىٰ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ

Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan.

Maka kemudian, seluruh umat manusia di kemudian hari, termasuk kita, umat Rasulullāh ﷺ, selalu diwajibkan untuk menegakkan keadilan dengan berpegang teguh pada Kitab Suci, sebagai standar kebenaran dan kebaikan di dunia, sebagaimana Surat Al-A’rāf [7] ayat 181:

وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.

Allāhu Akbar 3x, wa lillāh al-hamd.

Adil adalah diksi Al-Qur’ān. Memahami kata adil, hendaknya dengan memahaminya dari Al-Qur’ān sebagai sumber dari segala sumber ilmu bagi manusia (the main reference for the people). Allāh ﷻ telah berfirman dalam Surat Al-Hadīd [57] ayat 25:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِۖ

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.

Namun begitu, fahamilah, janganlah terlalu tinggi berbicara ingin menegakkan keadilan di muka bumi, sebelum memahami apa makna adil yang juga menjadi sila ke-2 dari Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Namun begitu, fahamilah, janganlah terlalu bersemangat ingin memperjuangkan keadilan di penjuru bumi, sebelum mengawali tegaknya keadilan dari diri sendiri.

Berlaku adillah, diawali kepada dirimu sendiri, sebagaimana Allāh ﷻ telah berfirman dalam Surat An-Nisā [4] ayat 135:

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ بِٱلۡقِسۡطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ أَوِ ٱلۡوَٰلِدَيۡنِ وَٱلۡأَقۡرَبِينَۚ إِن يَكُنۡ غَنِيًّا أَوۡ فَقِيرٗا فَٱللَّهُ أَوۡلَىٰ بِهِمَاۖ فَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلۡهَوَىٰٓ أَن تَعۡدِلُواْۚ وَإِن تَلۡوُۥٓاْ أَوۡ تُعۡرِضُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Adil pada diri sendiri bermakna mengetahui apa yang terbaik untuk dirinya setelah ia memahami arahan Al-Qur’an. Ia memahami betul makanan apa yang baik untuk kesehatannya, aktifitas apa yang terbaik untuk kemanfaatan dirinya di dunia, dan pilihan-pilihan kehidupan apa yang paling banyak membawa kemaslahatan, dengan menjadikan Al-Qur’an sekali lagi sebagai standar kebaikan bagi dirinya.

Allāhu Akbar 3x, wa lillāh al-hamd.

Saudaraku, energi Ramadhān seharusnya memudahkan setiap manusia untuk menegakkan keadilan pada dirinya, membangun keadilan berpikir, jiwa dan jasad, atau sering disebut dengan adab. Jiwa yang telah merasakan nikmatnya berlaku adil pada diri, insya Allah, akan mudah untuk menunaikan keadilan pada manusia di sekitarnya, dan alam seisinya.

Seorang suami, misalkan, akan lebih mudah untuk berlaku adil kepada istrinya, karena ia akan menyadari, pernikahan adalah cara Allah untuk memuliakan wanita sebagai bagian dari ayat-ayat-Nya yang sangat patut dimuliakan, bersama firman-Nya dalam Surat An-Nisā [4] ayat 3:

فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

Maka jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat zhalim.

Rasulullāh ﷺ menegaskan sebagaimana diriwayat Imam at-Turmudzi (3/466) dari jalur Abu Hurairah r.a.:

أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya.

Berikutnya, seorang hakim, misalkan, akan lebih mudah dan bebas tanpa intervensi kekuatan lain, dan tanpa tertarik dengan gelimang dunia, untuk dapat memutuskan segala perkara dengan adil, sebagaimana firman-Nya dalam Surat An-Nisā [4] ayat 58:

۞إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِۚ

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil…..

Fahamilah, karena begitu besarnya dampak kebaikan dari tegaknya keadilan kepada ketenangan dan kedamaian bagi penjuru negeri, maka tidak sekedar suami dan hakim yang diminta berlaku adil, melainkan seluruh manusia yang mengharapkan ridha Allah, ditugaskan untuk menegakkan keadilan dan melawan berbagai bentuk kezhaliman dengan mengambil keteladanan dari perjuangan para Nabi, seperti Nabi Syu’aib a.s., ketika mendidik umatnya dalam  Surat Hūd [11] ayat 85:

وَيَاقَوْمِ أَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan Syu’aib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.

Kembali Allah ulangi dan tegaskan kewajiban berlaku adil dalam Surat An-Nahl [16] ayat 90:

۞إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِۙ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Allāhu Akbar 3x, wa lillāh al-hamd.

Jika satu jiwa telah diperintahkan untuk berbuat adil kepada diri dan urusannya, maka tentunya, seorang pemimpin, satu jiwa yang diberikan kesempatan untuk memimpin banyak jiwa apalagi ratusan juta jiwa, lebih wajib untuk dapat berlaku adil. Perhatikanlah, bagaimana Allāh ﷻ mengingatkan Nabi Dawud a.s. dalam surat Shād [38] ayat 26:

يَادَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.

Wajibnya pemimpin berlaku adil, karena ketidakadilan bermakna diskriminasi, yang akan berdampak kepada terganggunya hajat hidup orang banyak, hilangnya cinta kasih rakyat, dendam, permusuhan, dan perpecahan. Rasūlullāh bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ

Ada 7 (tujuh) golongan orang yang akan mendapat perlindungan dari Allah (pada hari kiamat) di mana pada hari itu tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya. Salah satu dari ketujuh orang tersebut adalah pemimpin yang adil.

إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ القِيَامَةِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا.

Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil, pada hari Kiamat kelak, ia berada di atas mimbar dari cahaya di sebelah kanan Allah Azza wa Jalla yang Maha pengasih. Kedua tangan Allah sebelah kanan. (Mimbar tersebut) diberikan untuk orang yang bersikap adil dalam berhukum mereka, keluarga mereka, dan yang mereka kuasai. [HR. Muslim No. 1827]

مَا مِنْ أَمْيرٍ عَشَرَةٍ إِلَّا وَهُوَ يُؤْتَى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَغْلُولًا حَتَّى يَفُكَّهُ العَدْلُ أَوْ يُوْبِقَهُ الجورِ.

Tidaklah seorang lelaki memimpin sepuluh orang, kecuali ia akan didatangkan dalam keadaan tangan yang terbelenggu pada hari Kiamat. Kebaikan yang ia lakukan akan melepaskannya dari ikatan, atau dosanya akan membuat dirinya celaka. [HR. Al-Baihaqi (X/96)]

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ.

Tidaklah seorang hamba yang mendapat amanah dari Allah untuk mengayomi rakyat, lantas ia meninggal pada hari meninggalnya dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali Allah telah haramkan surga baginya. [HR. Al-Bukhari No. 7151]

Marilah kita berlindung daripada do’a Rasulullāh ﷺ, sebagaimana diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a.:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ

Ya Allah, bagi siapa yang menjadi penguasa umatku, lalu ia menyulitkan mereka, maka timpakanlah kesulitan kepadanya. Dan barang siapa yang menjadi penguasa umatku, lalu ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. [H.R. Muslim No. 1848]

Bahkan Al-Qur’an menyimpan do’a Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana Surat Al-Anbiya [21] ayat 112:

قَالَ رَبِّ احْكُم بِالْحَقِّۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمَٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

(Muhammad) berkata: “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan”.

Jika kita telah mampu berlaku adil kepada diri, kepada orang-orang di sekitar kita, juga kepada orang-orang yang kita pimpin, barulah kita pantas menegakkan keadilan kepada seluruh umat manusia dan alam semesta. Janganlah kita terburu-buru ingin menegakkan ukhuwah sebangsa (ukhuwah wathaniyah), sementara belum kita tegakkan dengan sempurna ukhuwah seiman (ukhuwah islamiyyah). Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Al-Mumtahanah [60] ayat 8:

لَّا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Saudaraku, Tegakkanlah Keadilan dalam sisa umur kita, Raihlah Keadillan Allah ﷻ kelak di Yaum al-Hisāb. Allāh ﷻ berfirman dalam Surat At-Tin [95] ayat 8:

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ ربِّهِ ونَهَيَ النَّفْسَ عَنِ اْلَهوَى فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ اْلمَأْوَى. جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَاَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ لِى وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرْهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اللهُ اَكْبَرْ ْ (7x)

 اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف المرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين برحمتك يا أرحم الراحمين …

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له. أسبغ نعمه علينا ظاهرها وباطنها وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. رسول اصطفاه على جميع البريات. ملكهاوإنسها وجنّها.

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه أهل الكمال فى بقاع الأرض بدوها وقراها، بلدانها وهدنها.

الله أكبر أما بعد :

إخوانى الكرام ! استعدوا لجواب ربكم متى تخشع لذكر الله متى نعمل بكتاب الله ؟ قال تعالى ياأيها الذين أمنوا استجيبوا لله ولرسوله إذا دعاكم لما يحييكم واعلموا أن الله يحول بين المرء وقلبه وأنه إليه تخشرون.

الله أكبر. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أل سيدنا محمد. كما صليت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم، وبارك على محمد وعلى أل محمد، كماباركت على إبراهيم وعلى أل إبراهيم فى العالمين إنك حميد مجيد.

الله أكبر.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ…

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ…

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتَضَرُّعَنَا وجميع أعمالنا

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ جَمِيْعَ وُلاَةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَانْصُرِ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ…

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ…

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ…

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، والحمد لله رب العالمين

تقبل الله مناومنكم تقبل ياكريم جعلناالله واياكم من العائدين والفائزين وادخلنامن زمرةالمتقين المخلصين

🌺أعاده الله علينا وعليكم بالخير  والبركاتكل عام وانتم بخير

عيد مبارك.

والسلام عليكم ورحمة وبركاته

***

Ikuti kelas Tadabbur Al-Qur’an melalui Google Classroom, dan silahkan bergabung dengan kode kelas:

ojm91z

Pertanyaan dapat diajukan melalui: suprahawido@gmail.com, dan jawaban akan disampaikan di Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/IFvHr8kiLHuBtmuIZDc8Tj

__

💠 Facebook: facebook.com/wido.supraha

📷 Instagram: instagram.com/supraha

🐦 Twitter: twitter.com/supraha

📠 Telegram: telegram.me/supraha

🎥 Youtube: youtube.com/supraha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: