Lanjut ke konten

Soal 41: Hukum Qadha Shalat

๐Ÿ“š APAKAH HUKUM MENG-QADHA SHALAT YANG PERNAH DITINGGALKAN?
Jum’at, 4 Syaโ€™ban 1447 H/23 Januari 2026 M

Benarkah shalat yang dahulu pernah kita tinggalkan wajib kita qadha hari ini. Kami khawatir jd meresahkan, krn selama ini yg kita fahami tidak ada qodlo dlm shalat kecuali tertidur dan yg lainnya.

๐Ÿ“‚ JAWABAN

Shalat lima waktu memiliki waktu tertentu dalam pelaksanaannya. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa [4] ayat 103:

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉูŽ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูƒูุชูŽุงุจุงู‹ ู…ูŽู‘ูˆู’ู‚ููˆุชุงู‹

Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Abdullah Ibn Masud, Abdullah Ibn Abbas, Ibn Qutaibah, dan Mujahid mengatakan yang dimaksud dengan kata ูƒูุชูฐุจู‹ุง ู…ู‘ูŽูˆู’ู‚ููˆู’ุชู‹ุง adalah shalat wajib yang dilaksanakan pada waktu yang telah diketahui: Isya, Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib.

Jika ada alasan yang menyebabkan shalat itu tidak terlaksana pada waktunya maka mayoritas ulama mengatakan wajib qadhaโ€™. Ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW:

ู…ู† ู†ุณูŠ ุตู„ุงุฉ ูู„ูŠุตู„ ุฅุฐุง ุฐูƒุฑ

Barang siapa tidak melaksanakan shalat karena lupa maka segeralah dia shalat kalau sudah ingat.(Muttafaq alaih).

Dalam hadits tersebut yang dimaksudkan adalah orang yang lupa. Kemudian bagaimana dengan orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat?

Jumhur (mayoritas) ulama, sebagaimana dicatat oleh Imam Ibnu Rusyd (520 H /1126 Mโ€“595 H/1198 M) dalam Bidayatul Mujtahid, menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan shalat itu โ€œberdosaโ€. Bahkan dalam pendapat mazhab lain, hukum meninggalkan shalat secara sengaja itu bisa sampai berstatus kafir.

Imam Ibn Hajar al-Atsqallani (773 H /1372 Mโ€“852 H/1449 M) dalam Fathul Bari Juz 2 hlm. 71 mengatakan:

ูˆูŽุงุฏูŽู‘ุนูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ ูˆูุฌููˆุจูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุถูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ูุฏู ูŠูุคู’ุฎูŽุฐู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ู†ูŽุณููŠูŽ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูู‘ุณู’ูŠูŽุงู†ูŽ ูŠูุทู’ู„ูŽู‚ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุชูŽู‘ุฑู’ูƒู ุณูŽูˆูŽุงุกูŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุฐูู‡ููˆู„ู ุฃูŽู…ู’ ู„ูŽุง

Sebagian ulama berpendapat bahwa wajib qadhaโ€™ bagi orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja diambil dari kata ู†ุณูŠ (artinya : lupa) karena yang dimaksud lupa dalam hal ini adalah meninggalkan shalat baik itu karena linglung atau sadar.

Jika syariat sudah memberi aturan qadha shalat untuk orang lupa, apalagi untuk yang sengaja jelas lebih wajib mengganti shalat. Hal ini dikenal dengan qiyas aulawi โ€“menganalogikan dengan hal-hal yang lebih berat atau tinggi kedudukannya.

Jika meninggalkan shalat karena udzur saja wajib untuk mengqadha maka shalat yang ditinggalkan dengan kesengajaan jelas lebih wajib untuk diqadha. Bahkan mengqadha shalat ini sudah menjadi konsensus (ijmaโ€™) para ulama dari empat mazhab fiqih. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam kitab Fiqh al-Manhaji:

ูˆู‚ุฏ ุงุชูู‚ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู…ู† ู…ุฎุชู„ู ุงู„ู…ุฐุงู‡ุจ ุนู„ู‰ ุฃู† ุชุงุฑูƒ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูŠูƒู„ู ุจู‚ุถุงุฆู‡ุงุŒ ุณูˆุงุก ุชุฑูƒู‡ุง ู†ุณูŠุงู†ุงู‹ ุฃู… ุนู…ุฏุงู‹ุŒ ู…ุน ุงู„ูุงุฑู‚ ุงู„ุชุงู„ูŠ: ูˆู‡ูˆ ุฃู† ุงู„ุชุงุฑูƒ ู„ู‡ุง ุจุนุฐุฑ ูƒู†ุณูŠุงู† ุฃูˆู†ูˆู… ู„ุงูŠุฃุซู…ุŒ ูˆู„ุง ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ู…ุจุงุฏุฑุฉ ุฅู„ู‰ ู‚ุถุงุฆู‡ุง ููˆุฑุงู‹ุŒ ุฃู…ุง ุงู„ุชุงุฑูƒ ู„ู‡ุง ุจุบูŠุฑุนุฐุฑ- ุฃูŠ ุนู…ุฏุงู‹ – ููŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ โ€“ ู…ุน ุญุตูˆู„ ุงู„ุฅุซู… โ€“ ุงู„ู…ุจุงุฏุฑุฉ ุฅู„ู‰ ู‚ุถุงุฆู‡ุง

โ€œMayoritas ulama dari berbagai madzhab sepakat bahwa seseorang yang meninggalkan shalat dituntut untuk mengqadla-nya, baik meninggalkan shalat karena lupa ataupun sengaja, perbedaanya adalah: jika orang yang meninggalkan shalat karena udzur, seperti karena faktor lupa atau tertidur maka ia tidak berdosa, dan ia tidak diwajibkan mengqadla-nya sesegera mungkin, sedangkan bagi orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia terkena dosa dan dituntut segera mengqadla-nya.โ€ (Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, al-Fiqh al-Manhaji โ€˜ala Madzhabi Imam al-Syafiโ€™i [Surabaya: Al-Fithrah, 2000], Juz I, hlm. 110)

Imam an-Nawawi (631 H/1233 M-676 H/1277 M) dalam kitab Al-Majmuโ€™ Syarh Al-Muhadzdzab Juz 3 hlm. 68 mengatakan:

ูุฑุน- ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูุนู’ุชูŽุฏูู‘ ุจูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุนูŽู…ู’ุฏู‹ุง ู„ูŽุฒูู…ูŽู‡ู ู‚ูŽุถูŽุงุคูู‡ูŽุง ูˆูŽุฎูŽุงู„ูŽููŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุจููˆู’ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุนูŽู„ููŠูู‘ ุงุจู’ู†ู ุญูŽุฒู’ู…ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ุงูŽ ูŠูู‚ูŽุฏูŽู‘ุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽุถูŽุงุฆูู‡ูŽุง ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุตูุญูู‘ ููุนู’ู„ูู‡ูŽุง ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽู„ู’ ูŠููƒู’ุซูุฑู ู…ูู†ู’ ููุนู’ู„ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ุทูŽูˆูู‘ุนู ู„ููŠูŽุซู’ู‚ูู„ูŽ ู…ููŠู’ุฒูŽุงู†ูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽูŠูŽุชููˆู’ุจู ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ู ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู…ูุฎูŽุงู„ูููŒ ู„ูู„ู’ุฅูุฌู’ู…ูŽุงุนู ุจูŽุงุทูู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุฌูู‡ูŽุฉู ุงู„ุฏูŽู‘ู„ููŠู’ู„ู

Para ulama muโ€™tabar telah sepakat, bahwa barangsiapa meninggalkan shalat secara sengaja, maka ia harus meng-qadhaโ€™ (menggantinya). Pendapat mereka ini berbeda dengan pendapat Abu Muhammad Ali bin Hazm yang berkata: bahwa ia tidak perlu meng-qadha selamanya dan tidak sah melakukannya selamanya, namun ia sebaiknya memperbanyak melakukan kebaikan dan shalat sunah agar timbangan (amal baiknya) menjadi berat pada hari kiamat, serta istighfar kepada Allah dan bertobat. Pendapat ini bertentangan dengan ijmak dan bathil berdasarkan dalil yang ada.

Maka, sempurnakanlah shalat kita, qadha yang pernah kita tinggalkan, agar kita kembali kepada Allah SWT dalam kondisi ringan.

Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat at-Tirmidzi no. 413 dan An-Nasaโ€™i no. 466:

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ โ€“ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู โ€“ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‚ุงูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู โ€“ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ โ€“ : ( ุฅู†ูŽู‘ ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ูŽ ู…ูŽุง ูŠูุญูŽุงุณูŽุจู ุจูู‡ู ุงู„ุนูŽุจู’ุฏู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ู ุŒ ููŽุฅู†ู’ ุตูŽู„ูุญูŽุชู’ ุŒ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูู’ู„ูŽุญูŽ ูˆุฃูŽู†ู’ุฌูŽุญูŽ ุŒ ูˆูŽุฅู†ู’ ููŽุณูŽุฏูŽุชู’ ุŒ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฎูŽุงุจูŽ ูˆูŽุฎูŽุณูุฑูŽ ุŒ ููŽุฅูู†ู ุงู†ู’ุชูŽู‚ูŽุตูŽ ู…ูู†ู’ ููŽุฑููŠุถูŽุชูู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุจู โ€“ ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ โ€“ : ุงูู†ู’ุธูุฑููˆุง ู‡ูŽู„ู’ ู„ูุนูŽุจู’ุฏููŠ ู…ูู†ู’ ุชูŽุทูŽูˆูู‘ุนู ุŒ ููŽูŠููƒูŽู…ูŽู‘ู„ู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุง ุงู†ู’ุชูŽู‚ูŽุตูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ููŽุฑููŠุถูŽุฉู ุŸ ุซูู…ูŽู‘ ุชูŽูƒููˆู†ู ุณูŽุงุฆูุฑู ุฃุนู’ู…ูŽุงู„ูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ) ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ุชูู‘ุฑู…ูุฐููŠูู‘ ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ( ุญูŽุฏููŠุซูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ))

Abu Hurairahย radhiyallahu โ€˜anhuย berkata, Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda, โ€œSesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Taโ€™ala berfirman, โ€˜Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.โ€™ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.โ€

Sesungguhnya amalan seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat nanti adalah shalatnya.

Wallaahu a’lam.

@supraha | t.me/supraha

โ–ซ๏ธ Channel Wido Supraha: https://chat.whatsapp.com/D91ZzlmbRGwJ7e3k97rHGu
โ–ซ๏ธ UWS Community: https://chat.whatsapp.com/Kgg2jHyTxsP5rkDg1KsqlI
โ–ซ๏ธ Tadabbur 6236 ayat: https://chat.whatsapp.com/I5B5E635tbp2f9DoUV3SaL
โ–ซ๏ธ Diskusi Materi: https://chat.whatsapp.com/BDB76cPkRID7ZE3I2RGFns
โ–ซ๏ธ Kelas Tadabbur: https://chat.whatsapp.com/KT7YRzgBXCA7SDQaYaWFpl

This image has an empty alt attribute; its file name is whatsapp-image-2025-03-14-at-14.04.05.jpeg

Mari Bersama Membangun Pusat Adab Nasional

Pendidikan bukan hanya membangun gedung dan ruang kelas, tetapi membentuk peradaban berbasis adab dan keilmuan. Dengan semangat itu, Pusat Adab Nasional hadir untuk menjadi inspirasi dan motivasi bagi dunia pendidikan, agar bersama-sama bertransformasi menuju harapan besar mendapatkan akreditasi โ€˜Aโ€™ dari Allah Subhanahu wa Taโ€™ala.

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Di antara amal yang paling utama adalah bersedekah di hari Jumat.

“Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

Maka, di hari yang penuh berkah ini, mari bersama kita hadirkan Proyek Surga: Hadiah Pendidikan yang Abadi , membangun Pusat Adab Nasional sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan berbasis adab bagi generasi mendatang

Bank Syariah Indonesia (BSI)
No rek : 2171 7000 36
an : Yayasan Adan Insan Mulia

DKI Syariah
No rek : 7102 1700 003
an : Wakaf Adab Insan Mulia


WidoSupraha.Com

๐ŸŒ widosupraha.com
โšซ tiktok.com/@widosupraha
๐Ÿ”ด instagram.com/supraha
๐ŸŸก threads.com/@supraha
๐ŸŸข wa.me/628158912522
๐ŸŸฃ youtube.com/supraha
๐Ÿ”ต fb.com/wido.supraha
๐ŸŸค x.com/supraha
โšช t.me/supraha

Admin: wa.me/6287726541098

๐Ÿ“ scholar.google.com/citations?user=e8JkxTsAAAAJ&hl=id&authuser=1

Tinggalkan komentar