Soal 40: Bolehkah Puasa Sunnah Setelah 15 Sya’ban?
📚 BOLEHKAH PUASA SUNNAH SETELAH 15 SYA’BAN?
Sabtu, 1 Sya’ban 1444 H/21 Pebruari 2023 M
📬 PERTANYAAN
Assalamu’alaikum Ustadz @Wido Supraha , mau bertanya 1. Bagaimana hukumnya puasa setelah 15 Sya’ban dan 2. Jika wanita ada hutang puasa sebelumnya yang belum sempat terbayar, namun ternyata hamil sehingga tidak sanggup membayar hutang puasa saat ini, sedangkan Ramadhan berikutnya sudah mau datang. Apa yang harus dilakukan dengan hutang puasa tersebut? (+1 646 2**-****)
📂 JAWABAN
Wa ‘alaikumussalam warahmatullah,
Puasa sunnah setelah tanggal 15 Sya’ban adalah tidak disukai dan sebaiknya ditinggalkan, kecuali bagi orang-orang yang telah terbiasa melakukan amalan puasa sebelumnya. Hal ini karena beberapa pesan Rasulullah SAW yang terkait dengan hal ini.
Misalkan dalam Riwayat at-Tirmidzi no. 738 dan Abu Dawud no. 2337 dari Abu Hurairah, Nabi SAW pernah bersabda,
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلاَ تَصُومُوا
Jika tinggal setengah dari bulan Sya’ban, janganlah kalian berpuasa.
Atau dalam matan sejenis riwayat Ibn Majah no. 1651:
إِذَا كَانَ النِّصْفُ مِنْ شَعْبَانَ فَلاَ صَوْمَ حَتَّى يَجِىءَ رَمَضَانُ
Jika sudah sampai pertengahan Sya’ban, maka tidak ada puasa sampai datang Ramadhan.
Hikmahnya adalah wujud kehati-hatian, agar tidak ada semacam puasa pendahuluan Ramadhan, dan juga tidak bercampur dengan puasa Ramadhan. Dalam riwayat Muslim no. 1082 disebutkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ
Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa kecuali jika seseorang memiliki kebiasaan berpuasa, maka berpuasalah.
Oleh karenanya, Syaikh Wahbah az-Zuhaili (1932-2015 M) menuliskan dalam kitabnya, Fiqh al-Islami wa Adillatuhu:
قال الشافعية: يحرم صوم النصف الأخير من شعبان الذي منه يوم الشك، إلا لورد بأن اعتاد صوم الدهر أو صوم يوم وفطر يوم أو صوم يوم معين كالا ثنين فصادف ما بعد النصف أو نذر مستقر في ذمته أو قضاء لنفل أو فرض، أو كفارة، أو وصل صوم ما بعد النصف بما قبله ولو بيوم النص. ودليلهم حديث: إذا انتصف شعبان فلا تصوموا، ولم يأخذبه الحنابلة وغيرهم لضعف الحديث في رأي أحمد “
Ulama mazhab Syafi’i mengatakan, puasa setelah nisfu Sya’ban diharamkan karena termasuk hari syak, kecuali ada sebab tertentu, seperti orang yang sudah terbiasa melakukan puasa dahar, puasa daud, puasa senin-kamis, puasa nadzar, puasa qadha’, baik wajib ataupun sunnah, puasa kafarah, dan melakukan puasa setelah nisfu Sya’ban dengan syarat sudah puasa sebelumnya, meskipun satu hari nisfu Sya’ban. Dalil mereka adalah hadits, ‘Apabila telah melewati nishfu Sya’ban janganlah kalian puasa’. Hadits ini tidak digunakan oleh ulama mazhab Hanbali dan selainnya karena menurut Imam Ahmad dhaif.”
Demikian, semoga Allah memudahkan kita mencintai amalan puasa.
Wido Supraha | Direktur Institut Adab Insan Mulia
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📡 Telegram: @supraha | 🐦 Twitter: @supraha | 💢 IG: @supraha | 🎥 YouTube: @supraha | 🌐 widosupraha.com
📲 Channel WA: https://chat.whatsapp.com/DdA9YeXGgCD7DsNyquUyjc
📲 Dialog Iman: https://chat.whatsapp.com/IJB9zrfcYhR0AijTO7aTk3
📲 Community: https://chat.whatsapp.com/LX3cDT2allQ4A2IyA1RFK5
Kategori