Kajian Pemikiran Tadabbur Al-Qur'an

6 Tanda-tanda Kebesaran Allah dalam Surat Ar-Rum

Surat Ar-Rum menjadi terkenal karena ayat ke-21 sering diangkat sebelum proses pernikahan atau saat khutbah nikah. Ayat ke-21 ini menjadi menarik karena mengingatkan para suami, bahwa istrinya adalah bagian dari ayat Allah (وَمِنۡ ءَايَٰتِهِ), sehingga wajib dimuliakan dan diperlakukan dengan sangat baik sebagaimana Rasulullah ﷺ pun dulu memperlakukan para istrinya dengan sangat baik, karena memperlakukan istri dengan baik adalah di antara ciri sempurnanya keimanan seorang manusia. Namun yang lebih menarik lagi, ternyata Allah ﷻ mengulangi penegasan akan tanda kebesaran-Nya sebanyak 6 (enam) kali di dalam surat ini, dengan selalu mengawali ayat-Nya dengan وَمِنۡ ءَايَٰتِهِ.

Jika ditadabburi keenam tanda-tanda dimaksud, menghadirkan sebuah narasi kehidupan bahwa dunia seisinya dihadirkan untuk kehidupan manusia. Di dalam penciptaan manusia sendiri telah ada tanda-tanda kebesaran Allah, hanya bagi yang mau berpikir. Dijadikan fitrah manusia mencari dan menemukan pasangan hidupnya, sebagai bekal mengarungi kehidupan agar lebih kuat secara mental. Berdua, sepasang manusia didorong untuk berjalan di muka bumi untuk berinteraksi dan membangun sinergi dengan sebanyak mungkin manusia, keturunan Nabi Adam a.s., yang kemudian beragam bahasa dan warna kulitnya.

            Manusia tidaklah diciptakan dengan tanpa arah dan tujuan melainkan untuk menjalankan ragam beban dan tanggung jawab yang wajib dijalankan secara teratur dan bertanggung jawab. Allah siapkan dunia seisinya ini untuk kebutuhan hidup manusia. Hanya manusia yang mengenal Allah, akan merawat bumi ini agar terjaga dari kerusakan, dan merawatnya agar sentiasa berada dalam kelestarian, karena ia mengharapkan ridha-Nya dan sangat mengkhawatirkan azab-Nya.

            Manusia adalah makhluk yang berawal dan sekaligus akan menemukan akhir hidupnya di dunia, sebagaimana dunia berawal, dan juga akan segera berakhir. Dunia adalah tunggangan manusia untuk kehidupan abadi yang penuh kebahagiaan sejati (as-sa’adah). Ia mengejar akhirat tapi tidak melupakan dunianya, menguatkan posisinya sebagai hamba Allah (‘abdullah), dan menjaga dirinya agar tidak terjerembab sebagai hamba dunia (‘abd ad-dinar). Penjagaan yang sebenarnya adalah penjagaan Allah, Dzat Yang Maha Adil di Hari Perhitungan.

            Narasi ini berangkat dari rangkaian 6 (enam) ayat Ar-Rum yang berurutan dari ayat 20-25:

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٞ تَنتَشِرُونَ وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ خَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفُ أَلۡسِنَتِكُمۡ وَأَلۡوَٰنِكُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّلۡعَٰلِمِينَ وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبۡتِغَآؤُكُم مِّن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَسۡمَعُونَ وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَيُحۡيِۦ بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَٱلۡأَرۡضُ بِأَمۡرِهِۦۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمۡ دَعۡوَةٗ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ إِذَآ أَنتُمۡ تَخۡرُجُونَ 

20.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

21.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

22.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

23.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

24.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

25.  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).

Keenam ayat tersebut dapat diringkas menjadi rangkaian pelajaran, sebagai berikut:

  1. Penciptaan manusia
  2. Manusia hidup berpasang-pasangan
  3. Manusia hidup di bumi bernaungkan langit dalam keragaman bahasa dan warna kulit
  4. Manusia hidup dalam kesibukan yang teratur
  5. Manusia selalu menjaga menjaga perasaan berharap dan takut hanya kepada Allah, bersama rezeki yang dihadirkan-Nya.
  6. Kehidupan bumi bernaungkan langit akan berakhir

Secara terpisah, di ayat ke-46 dari surat Ar-Rum, Allah ﷻ mengulangi betapa tanda-tanda kekuasaan-Nya tidaklah terbatas agar terus mengalirkan penjagaan bagi manusia yang mau berpikir. Allah ﷻ berfirman:

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن يُرۡسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتٖ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحۡمَتِهِۦ وَلِتَجۡرِيَ ٱلۡفُلۡكُ بِأَمۡرِهِۦ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ 

Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur.

Dari ayat ini, Allah ﷻ  menjelaskan bahwa Dia kirimkan rezeki-Nya kepada manusia yang mencarinya, di antaranya dengan mengirimkan angin yang akan mendorong awan untuk menurunkan hujan dimana ia kehendaki. Ia kirimkan pula angin untuk memudahkan manusia bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dengan mengarungi samudera lautan, agar manusia dapat meniagakan produk-produk dari sebuah negeri ke negeri yang lain, bahkan dapat mengambil kekayaan laut untuk kebutuhan hidupnya, bahkan dijadikan produk perniagaan, selama tetap menjaga kelestarian lingkungannya dengan penuh tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.

            Ayat ini mendorong manusia untuk terus produktif dan tidak berdiam diri atau pasif. Pada dasarnya manusia didorong untuk menjemput rizkinya, dan bukan menantinya datang. Oleh karenanya, dorongan sejenis, yakni diwakili dengan narasi berlayarnya kapal-kapal di tengah lautan yang disandingkan dengan tanda kekuasaan Allah ﷻ, diulangi di 3 (tiga) ayat lainnya di luar surat Ar-Rum, agar manusia semakin termotivasi untuk hidup dalam naungan ridha Allah, dan sehingga dengan harta kekayaannya, dapat melahirkan lebih banyak amal shalih di dunia. Ketiga ayat dimaksud, untuk ditadabburi, adalah sebagai berikut:

Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 164:

إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلۡفُلۡكِ ٱلَّتِي تَجۡرِي فِي ٱلۡبَحۡرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٖ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٖ وَتَصۡرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلۡمُسَخَّرِ بَيۡنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Q.S. Syura [42] ayat 32:

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِ ٱلۡجَوَارِ فِي ٱلۡبَحۡرِ كَٱلۡأَعۡلَٰمِ 

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal di tengah (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.

Q.S. Ad-Dukhan [44] ayat 33:

وَءَاتَيۡنَٰهُم مِّنَ ٱلۡأٓيَٰتِ مَا فِيهِ بَلَٰٓؤٞاْ مُّبِينٌ 

Dan Kami telah memberikan kepada mereka di antara tanda-tanda kekuasaan (Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata.

Wido Supraha
➖➖➖➖➖➖➖➖
💠 Facebook: facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: instagram.com/supraha
🐦 Twitter: twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
🥏 LINE: https://line.me/ti/g2/PvdgSsOuDMVP-zmvMbAYmA
🎥 Youtube: youtube.com/supraha
🌐 URL: widosupraha.com

Ikuti kelas Tadabbur Al-Qur’an melalui Google Classroom, dan silahkan bergabung dengan kode kelas:

ojm91z

Pertanyaan dapat diajukan melalui: suprahawido@gmail.com, dan jawaban akan disampaikan di Channelhttps://chat.whatsapp.com/IFvHr8kiLHuBtmuIZDc8Tj

Terima kasih telah membantu SHARE pesan dakwah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s